UU Pornografi disahkan, sebuah perjalanan yang panjang!

31 10 2008

Alhamdulillah..Akhirnya RUU Pornografi disahkan menjadi undang-undang oleh DPR.Kemarin DPR akhirnya mensahkan RUU tentang Pornografi. Sementara Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP) dan FPDS tetap memperlihatkan sikapnya dengan cara walk out.

Setelah diwarnai berbagai dinamika selama beberapa tahun, RUU tentang Pornografi akhirnya disetujui untuk disahkan menjadi UU. Kesepakatan itu dicapai dalam Rapat Paripurna DPR yang dipimpin ketua DPR Agung Laksono di Gedung DPR/MPR Jakarta, Kamis siang pukul 13.15 WIB.Agung Laksono mengetuk palu persidangan sebagai persetujuan setelah delapan (dari 10 fraksi) menyampaikan persetujuan yang disampaikan melalui juru bicaranya.Setelah fraksi-fraksi menyatakan setuju, Agung mempersilakan Menteri Agama Maftuh Basyuni untuk menyampaikan pendapat akhir pemerintah. Pemerintah menyambut baik RUU ini dan menyetujui untuk segera diundangkan.Sementara itu acara ini diwarnai aksi “walk out” dua fraksi, yaitu PDIP dan Partai damai Sejahtera (PDS). Sikap itu diambil di awal pembukaan rapat paripurna Kamis pagi.Sebelumnya, sikap serupa ditunjukkan dalam rapat-rapat di tingkat Pansus dan di tingkat Panitia Kerja (Panja).

Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) yang sebelumnya juga keberatan pengesahan RUU ini akhirnya dapat menerima dan menyetujui untuk segera diundangkan. Bahkan PKB mendorong pemerintah segera melakukan sosialisasi atas RUU ini. Meski demikian, sidang paripurna tetap dilanjutkan. ”Kemarin (29/10) rapat konsultasi pengganti bamus (badan musyawarah, Red) telah menyepakati pengambilan keputusan hari ini. Karena itu, kita sepakat melanjutkan paripurna,” ujar pimpinan sidang Agung Laksono merespons permintaan dari Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo.

Tak ada alasan

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta mengatakan, tidak ada alasan untuk menolak UU Pornografi yang baru saja disahkan oleh DPR, karena sudah banyak korban terutama dari kalangan perempuan dan anak-anak akibat pornografi tersebut. “Undang-undang ini untuk melindungi bangsa dari dampak pornografi. Jadi tidak ada alasan untuk menolak. Saya tidak tahu apa alasan mereka menolak karena seharusnya dengan fakta kasus yang ada, sudah cukup menggugah untuk membuat UU ini,” katanya usai penutupan Rakornas Kesejahteraan dan Perlindungan Anak di Bogor, Jabar, Kamis (30/10). [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

Saya sebagai warga negara sangat mendukung keputusan pengesahan RUU Pornografi ini menjadi Undang-undang.Terlepas dari siapa dan apa agamanya,UU Pornografi ini menjadi penting,karena tidak hanya sebagai dasar hukum untuk memberantas segala macam bentuk dan perilaku pornografi tetapi juga sebagai alat (tools) untuk memfilter setiap kegiatan yang mengarah kepornografi.Lebih khusus lagi,seperti kita ketahui tayangan-tayangan yang ada sekarang ini ditelevisi kita sangat jauh untuk mencerminkan nilai-nilai budaya ketimuran.Hendaknya kita sebagai warga negara dan bagian dari budaya timur menyadari akan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya yang mencerminkan kita sebagai orang Indonesia, sekali lagi terlepas siapa dan apa agamanya. Bisa dimengerti tentang kekhawatiran beberapa pihak yang tidak sependapat dengan ide yang ada di UU Pornografi yang baru disahkan kemarin.Walau sebenarnya tidak dimengerti sebenarnya apa yang mereka khawatirkan. Ya tapi itu adalah hal yang wajar,adanya perbedaan pendapat atas sebuah ide dan itu telah menjadi bagian dari demokrasi yang sedang tumbuh dinegeri ini.

Nah,bagaimana pendapat kalian?

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: